Bertepatan dengan pelaksanaan Gebyar Peternakan dan Kesehatan Hewan di Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul,  Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur  pada tanggal 8 – 9  Mei 2013 , Kementerian Pertanian melaunching peredaran  Vaksin H5N1 Clade 2.3.2.  Secara resmi pelepasan produksi dan peredaran Vaksin tersebut langsung dilaksanakan oleh Bapak Menteri Pertanian kepada salah satu kelompok ternak itik yang ada di Kabupaten Jember. Pemerintah dalam hal ini menyiapkan 4 Juta Dosis pada tahap awal dan diberikan secara gratis kepada seluruh peternak Itik di beberapa sentra sentra itik di Indonesia melalui Dinas DInas Peternakan setempat.

“Tak ada kata terlambat untuk Pencegahan Flu Burung pada Itik, Mari bergerak Bersama”

Vaksin ini  untuk tahap pertama ini diproduksi oleh Pusat Veterinaria Farma (Pusvetma) dari lima produsen yang telah ditunjuk pemerintah. Kementerian Pertanian telah menunjuk empat perusahaan swasta dan satu milik pemerintah untuk memproduksi vaksin virus flu burung yang menyerang itik. Keempat perusahaan swasta itu adalah PT Sagi Capri, PT Vaksindo Satwa Nusantara, PT Sanbio Laboratories, dan PT Medion, dan satu milik pemerintah yakni Pusvetma.

Keberadaan Vaksin ini diharapkan mampu untuk meminimalkan kasus kematian Itik yang juga pernah terjadi di wilayah kerja BPPV Subang mulai November 2012 – Februari 2013  seperti  di Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang,  Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bandung Barat  karena alur distribusi Itik  yang begitu cepat dari daerah lain di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur maka penyebaran Kasus Flu Burung sampai kebebapa daerah diwilayah kerja BPPV Subang.

Kurang lebih 400 ribu itik mati karena Flu Burung diseluruh Indonesia dengan  nilai kerugian bagi  peternak peternak itik yng cukup besar dari kasus kematian ternak ini, walaupun kerugian peternak sangat besar akibat kematian ternak Itiknya tetapi semangat dan keinginan peternak untuk melanjutkan usahanya sangat tinggi, selain dari kebutuhan dana untuk mendukung kelangsungan ternaknya kehadiran Vaksin Flu Burung Clade 2.3.2 ini sangat ditunggu.  Peternak peternak sangat berharap ketepatan dan kecepatan langkah pemerintah dalam memproduksi Vaksin Flu Burung ini di ikuti dengan pola Distribusi yang lebih terarah dan cepat.  Vaksin ini juga diharapkan mampu bersifat preventif untuk menciptakan kekebalan ditubuh Itik sehingga tidak terkena Flu Burung dikemudian hari

Setelah Launching peredaran vaksin H5N1 Clade 2.3.2 ini BPPV Subang juga akan aktif mendukung kegiatan pelaksanaan vaksinasi ini melalui sosialisasi beberapa hal terkait dengan teknis pelaksanaan vaksinasi bagi peternak dan penyimpanan dari vaksin flu burung ini sehingga mampu  lebih optimal bagi hasil vaksinasinya.  Gerak langkah yang cepat dan tepat harus segara diaplikasikan dalam rangka pencegahan Flu Burung pada Itik.   Populasi Ternak Itik yang masih memiliki nilai ekonomis tinggi dan Banyak Peternak yang masih menggantungkan hidupnya dari Beternak Itik mendorong kita bersama sama untuk terus mendukung kegiatan Vaksinasi ini , Belum terlambat untuk kita bergerak bersama.  Selain nilai ekonomis dari beternak Itik yang masih tinggi, Itik  juga merupakan salah satu plasma nuftah ternak unggas yang ada di Indonesia sehingga Mari Bersama Kita bergerak untuk melindunginya dari Flu Burung.

307 View