Dalam rangka menghadapi kesiapan Lebaran tahun 1435 H,  Menteri Pertanian Republik Indonesia Bapak Suswono, melakukan kunjungan kerja dan  melakukan  pemantauan kesiapan stok hewan di Kabupaten Subang Jawa Barat. Pada kesempatan itu Menteri Pertanian sempat membuka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Peternakan Juara MTT yang bekerjasama dengan Majelis Taklim Telkomsel (MTT) dan Rumah Zakat (RZ) dengan sistem pengajaran Boarding School dan semua siswa mendapatkan fasilitas, pengajaran gratis. Sekolah ini berlokasi di Jl. Pasir Bilik  Kp. Nyalindung Desa Tenjolaya Kabupaten Subang Jawa Barat.  Pada kesempatan itu beliau berpesan kepada siswa agar kelak menjadi pengusaha yang handal dan jangan menjadi Pegawai Negeri, kalau jadi pengusaha maka pendapatan akan lebih besar mengingat peluang yang semakin terbuka.

Beliau memberikan contoh kalau menjadi PNS pendapatannya tetap, tetapi kalau pengusaha tetap berpendapatan, seperti Pak Taryat pengusaha sukses di kabupaten Subang, dalam berusaha harus punya Konsep atau cita-cita, Komitmen yang kuat, Konsistensi, Kompetensi dan Koneksitas membangun jaringan, itulah pesan yang disampaikan dalam pembukaan dan peresmian SMK Peternakan Juara MTT.

Dalam kunjungan Kerjanya, Menteri Pertanian RI, menyempatkan kunjungan ke Rumah Potong Hewan Bina Mentari Tunggal (RPH-BMT) yang ada di wilayah Kalijati kabupaten Subang. RPH-BMT telah mampu menyediakan pemotongan sapi perhari antara 50-100 ekor, dalam kondisi lebaran mencapai 100-120 ekor, sedangkan kapasitas RPH mencapai 250 ekor per hari.

Menteri Pertanian juga melihat langsung cara pemotongan yang dilakukan di RPH-BMT beliau menyatakan bahwa proses pemotongan yang dilakukan sudah sesuai dengan kaidah dan sudah diaudit oleh MUI dan dijamin kehalalannya.

Dengan melihat langsung ketersediaan stok sapi dan daging untuk kebutuhan lebaran, Menteri Pertanian yakin lebaran ini daging dapat mencukupi, Memang di beberapa titik masih terdapat harga yang masih tinggi namun secara umum stok daging cukup, untuk menghadapi lebaran masyarakat tidak perlu panik dan saya harap masyarakat membeli daging secukupnya saja. Bila dibandingkan tahun lalu stok daging tahun ini relatif lebih baik, tidak ada alasan harga melonjak dan apabila terjadi lonjakan Saya akan memanggil Importir-importir untuk diminta pertanggung jawabannya.

Menindaklanjuti adanya daging celeng di pasar, dalam situasi seperti sekarang banyak orang membutuhkan daging, ada yang mencoba untuk berbuat nakal, “Saya berharap masyarakat untuk bisa ikut serta memantau peredarannya dan melaporkan ke SMS Center Kementerian Pertanian dan akan segera dilakukan penindakan ujar Pak Suswono. Beliau sebagai Menteri Pertanianpun sudah memerintahkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk berkoordinasi dengan dinas-dinas daerah untuk melakukan sidak dan pengawasan secara reguler. Apabila terdapat indikasi yang mencurigakan diharapkan segera diperiksa di laboratorium dan akan ditelusuri darimana sumber daging celeng tersebut dan segera ditindak. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak ragu dalam mengkonsumsi daging.

1098 View