Menapaki  tahun 2014, tidak terasa Indonesia telah masuk ke ranah Asia Free Trade 2015, dan 10 tahun mendatang akan masuk ke Global Free Trade 2025. Persoalan tersebut tidak dapat dianggap sederhana karena dampak kegagalan dalam menyongsong dua kejadian itu akan dirasakan oleh seluruh Bangsa Indonesia.

Penguatan mutlak yang harus selalu dipersiapkan dalam menyongsong dua kejadian itu adalah bidang sub sektor kedaulatan, ketahanan dan keamanan pangan. Bidang tersebut amat dekat dengan Tupoksi dan wewenang insan veteriner terutama produk daging, susu dan telur baik yang bertugas di pemerintahan maupun yang di luar pemerintahan.

Lebih utama lagi adalah persoalan residu bahan kimia berbahaya (termasuk obat) pada ketiga produk tersebut.

Tahun 2011-2013, tidak terasa ketiga produk tersebut dengan turunannya telah terinfiltrasi dari unsur-unsur produk negara lain. Sementara upaya deteksi dini keberadaan residu obat hewan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berwenang di seluruh  wilayah RI terhadap infiltrat tersebut masih diarasakan perlu peningkatan mutu kualitas pemeriksaan yang ada.

Tahun 2011 dan 2012, UPT di bawah Ditjennak dan Keswan bersama-sama dengan organisasi profesi se-minat telah melakukan upaya pemutakhiran pengetahuan kompetensi analisis residu obat hewan secara bertahap. Dalam evaluasi akhir hasil kerjasama tersebut selalu menunjukkan perlu adanya tambahan materi kompetensi sejenis yang memiliki tingkat kemutakhiran masa kini.

Hal tersebut di atas yang melandasi diadakannya Workshop Berkelanjutan V Toksikologi di Balai Veteriner Subang pada tanggal 18-22 Agustus 2014. Pada acara workshop ini dihadiri perwakilan dari 8 Balai Veteriner seluruh Indonesia, Pusat Veteriner Surabaya, Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan Ternak (BPMSPT), Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH), Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH), Balai Embrio Ternak Cipelang, dan Laboratorium tipe B dan C di Jawa Barat, DKI dan Banten. Target workshop ini, diharapkan memiliki muatan kompetensi terkini yang mudah diaplikasikan di UPT/UPTD di lingkup Ditjennak dan Keswan

607 View