Untuk mengantisipasi terjangkitnya wabah penyakit menular diantaranya Avian Influenza (AI) dan Middle Eastern Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis mengadakan simulasi mengenai pencegahan wabah tersebut yang bekerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta tepatnya dilaksanakan di kecamatan Wanayasa.

Selain dari Komnas Pengendalian Zoonosis, kegiatan ini di hadiri oleh Bapak Wakil Bupati Purwakarta beserta jajarannya, hadir pula dari dinas kesehatan dinas peternakan dan Balai Veteriner Subang (B-Vet Subang). Pada sambutannya Bapak Wakil Bupati Purwakarta menyatakan tiga hal yang tidak bisa dipisahkan antara alam, hewan dan manusia, untuk itu di Jawa Barat sekarang ini sudah dibangun rumah sakit hewan,

bahkan di Purwakarta sekarang ini bukan saja memiliki Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) tetapi sekarang ini sudah memiliki Pusat Kesehatan Hewan (puskeswan), pada intinya beliau menyatakan bahwa masyarakat Purwakarta harus bersih, hewan harus sehat dan manusia harus lebih sehat di akhir sambutannya beliau mengajak kepada seluruh masyarakat Purwakarta harus koordinasi apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan jangan sampai menjalar sehingga menimbulkan masalah baru.

Sedangkan sambutan dari Menko Kesra diwakili oleh Bapak Sekretaris Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis, kegiatan ini tidak hanya sampai disini tetapi harus terus digulirkan, tidak hanya untuk menghadapi wabah penyakit menular karena wabah penyakit menular menurut undang-undang No. 24 tahun 2007 termasuk bencana non Alam, dan seharusnya ada lembaga penanggulangan bencana meskipun belum ada wabah yang besar tetapi harus di antisipasi, dan ini harus ada pengamatan yang terus menerus kalau dalam istilah epidemiologi kesehatan adalah surveilans atau dalam istilah militer disebut intelejen kalau informasi dininya salah maka untuk mengabil keputusanpun akan keliru. Pengamatan yang dilakukan terus menerus bukan saja dilakukan oleh petugas dinas kesehatan tetapi juga peran serta masyarakat serta tokoh masyarakat RT dan RW dan para pemangku kepentingan di tingkat desa menjadi intelejen untuk mendapatkan informasi sedini mungkin. Mengantisipasi penyakit Middle Eastern Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) yang sudah menyebar keberbagai negara menghimbau yang menjadi ujung tombak pencegahan penyakit ini adalah pemerintah daerah karena potensi resiko di Indonesia sangat besar sehubungan dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang melakukan umroh dan haji ataupun yang ingin bekerja di Timur Tengah berpotensi rentan tertular virus MERS-CoV. Sebagaimana arahan Bapak Wakil Bupati bahwa di Purwakarta tidak akan terjadi penyakit ini namun demikian apabila ada infiltrasi penyakit ini jajaran kesehatan akan selalu sigap.

841 View

  • Staf Administrator

    Kami mengundang anda untuk memberikan komentar konstruktif pada setiap postingan kami di bawah ini.