Kegiatan pemeriksaan PCR

 

Laboratorium Bioteknologi merupakan salah satu laboratorium yang terkait dengan pengujian berbagai agen penyakit seperti penyakit viral, bakterial dan parasiter. Laboratorium ini memiliki tata letak ruangan/manajemen alur pengujian yang sudah menerapkan ISO 17025 yaitu terdiri dari tiga ruangan yang masing masing berfungsi sebagai ruangan ekstraksi (PCR 1), ruangan mastermix (PCR 2) dan ruangan analisa hasil (PCR 3). Hal tersebut berguna sebagai barier agar kualitas hasil uji dapat dipertanggungjawabkan karena meminimalisir kontaminasi silang. Alat –alat yang digunakan juga menggunakan teknologi terkini dan rutin di kalibrasi setiap tahun agar alat tersebut tetap valid jika digunakan. Metode yang diaplikasikan menggunakan konvensional PCR dan real time PCR tergantung jenis pengujian. Meode yang sudah di akreditasi adalah real time PCR atau yang dikenal dengan kuantitatif PCR. Laboratorium Bioteknologi mempunyai personel dua orang masing- masing sebagai medik dan paramedik. Personel tersebut sudah memiliki kompetensi di bidangya dan rutin mengikuti training-training maupun seminar-seminar agar kompetensinya meningkat. Beberapa jenis uji yang dilakukan di laboratorium bioteknologi antara lain;

1.Penyakit Viral
-Pengujian Avian Inluenza (AI)
-Pengujian Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR)
-Pengujian Bovine Viral Diarrhea (BVD)
-Pengujian Enzootic Bovine Leukosis (EBL)\
-Pengujian Hog Cholera
-Pengujian New Castle Disease (ND)
-Pengujian Duck Hepatitis Virus (DHV)
-Pengujian Porcine Reproductive Respiratory Syndrome (PRRS)
-Pengujian Rabies
2.Penyakit Bakterial
-Pengujian Paratuberculosis
-Pengujian Brucellosis
3.Penyakit Parasiter
-Pengujian Trypanosoma