Di Indonesia, pengawasan untuk penyakit yang disebabkan oleh arbovirus tidak dilakukan di lapangan, sehingga situasi penyakit ini tidak cukup diketahui. Akan tetapi dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak karena penyakit tersebut dapat menyebabkan aborsi, kelainan bawaan, dan sebagainya.

Pada 17 Januari 2014, telah diadakan seminar tentang diagnostic arbovirus di Balai Veteriner Subang. Judul dari seminar ini adalah ” Infeksi Arthropod – borne virus (Arbovirus) pada ruminansia (yaitu :

aborsi, lahir mati, kelahiran prematur, kelainan bawaan dan penyakit demam)”. Sebagai narasumber, Dr Shirafuji (Short-term expert JICA) memperkenalkan dan mempresentasikan penyakit yang disebabkan oleh arbovirus, diagnosis dan pencegahan, metode pengawasan dan rencana kegiatan di B-Vet Subang. Dr Shirafuji  ditempatkan di B-Vet Subang sebagai Short-term expert JICA dari 13 Januari 2014 s/d 19 Maret 2014. Beliau adalah seorang ahli virologi di bidang serological diagnosis di NIAH (National Institute of Animal Health), Tsukuba, Jepang.

Seminar ini diikuti oleh 38 peserta termasuk 5 orang dari instansi lain (Balai Inseminasi Buatan  Lembang, Balai Embrio Ternak Cipelang, BBPTU Sapi Perah Baturaden, UPTD Balai Pembibitan Ternak Dan Sapi Perah Hijauan Makanan Ternak Cikole, Lembang dan UPTD Balai Pembibitan Ternak dan Sapi Perah dan Inseminasi Buatan Bumikasih, Cianjur, Jawa Barat). Sebagian besar peserta mendapatkan informasi mengenai arbovirus untuk pertama kalinya, sehingga terjadi diskusi yang aktif dalam seminar tersebut.

Selama bertugas di Balai Veteriner Subang, Dr Shirafuji akan mentransfer ilmu tentang pengendalian infeksi Arthropod – borne virus kepada B-Vet Subang dan Dinas Kesehatan Hewan Kabupaten dan Propinsi di wilayah kerja B-Vet Subang melalui pengambilan sampel di pilot-site dan isolasi virus di laboratorium virologi.

605 View